Menurut dia, program ini bukan hanya pelatihan keterampilan cukur rambut, tetapi juga langkah strategis Pemkot Bontang untuk mencetak wirausahawan muda yang siap menghadapi persaingan ekonomi baru, terutama dengan kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kal-Tim).
“Pemerintah tidak ingin warga hanya menjadi pekerja. Kami ingin mereka menjadi pengusaha muda yang kreatif, berani, dan mandiri. Ini bagian dari visi Bontang sebagai kota jasa dan industri yang berdaya saing,” ujarnya. Senin (3/11/2025)
Ia menegaskan bahwa sektor jasa, termasuk barbershop, kini menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan. Apalagi dengan meningkatnya kebutuhan layanan perawatan diri di masyarakat urban. Pemkot Bontang berupaya memastikan warganya tidak tertinggal dalam kompetisi pasar modern tersebut.
Selain pelatihan teknis, peserta juga akan memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Menurut Lukman, sertifikat itu menjadi bukti resmi kemampuan dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. “Dengan sertifikat ini, para barber muda punya nilai jual lebih tinggi dan siap membuka usaha sendiri,” tegasnya.
Lukman juga menekankan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap dunia usaha. Menurutnya, istilah “pelaku usaha” sebaiknya diganti menjadi “pengusaha muda”, karena menggambarkan semangat dan kebanggaan dalam berkarya. “Kita tidak hanya ingin menumbuhkan ekonomi, tapi juga mental wirausaha yang kuat,” ucapnya.
Pemkot Bontang, lanjutnya, tengah merancang program lanjutan bagi alumni pelatihan agar keberlanjutan usaha mereka dapat terjamin. Salah satunya dengan wacana penyediaan ruang usaha bersama yang bisa dimanfaatkan secara kolektif oleh para peserta.
Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi masyarakat. “Kalau SDM Bontang siap dan berani berwirausaha, maka kota ini tidak hanya menjadi penyangga IKN, tapi juga pusat kreativitas dan inovasi di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (adv)