Dalam acara Wisuda Angkatan XVI STIT Syamsul Ma’arif Bontang, Minggu (2/11/2025), Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan komitmen tersebut melalui program Bontang Pintar dengan alokasi beasiswa sebesar Rp20 miliar.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Setiap rupiah yang kita tanamkan di sektor ini akan kembali dalam bentuk kemajuan kota dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lanjutnya, pada tahun 2025 program beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) telah disalurkan kepada 1.867 mahasiswa asal Bontang, baik di dalam maupun luar daerah. Program tersebut termasuk kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi untuk jurusan kedokteran, tafsir, dan tahfiz.
Menurut Neni, program beasiswa ini dirancang agar mahasiswa dapat fokus belajar tanpa terbebani biaya pendidikan. “Kami ingin memastikan tidak ada anak Bontang yang gagal kuliah hanya karena faktor ekonomi,” tegasnya.
Selain mendorong kualitas akademik, Pemkot juga menekankan pentingnya penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman. Ia berharap lulusan perguruan tinggi, termasuk STIT Syamsul Ma’arif, mampu menjadi generasi unggul yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Dalam kesempatan itu, diirmya juga memberikan pesan kepada wisudawan agar menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat.
“Teruslah belajar dan berkontribusi. Jadilah kebanggaan bagi keluarga dan Kota Bontang,” ucapnya.
Ia menyebut, pembangunan SDM merupakan bagian penting dari visi besar Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Pendidikan kata dia, merupakan kunci menuju kemajuan, dan Pemkot akan terus menjaga komitmen ini.
Ia berharap, seluruh wisudawan menjadi pemimpin masa depan yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
“Selamat dan sukses, jadilah aset berharga untuk Bontang yang lebih baik,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin