Dengan menggandeng seluruh perusahaan dan pihak swasta, pemkot Bontang berambisi untuk bisa kembali menghidupkan sepak bola di kota Bontang layaknya beberapa tahun yang lalu.
Namun mengingat banyaknya hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu. Impian tersebut belum bisa terpenuhi pada tahun ini.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan bahwa kemungkinan berlaga di Liga 3 Indonesia sulit terealisasi. Karena waktunya terbatas dan persiapan singkat. Sehingga pemerintah daerah berkomitmen untuk mematangkan langkah menuju kompetisi nasional tersebut tahun depan.
"Sejauh ini tidak ada masalah, tapi karena terlalu mepet jadi perlu lebih banyak waktu. Sembari kita berbenah menyiapkan dan mematangkan perencanaan,” ujarnya. Jumat (24/10/2025).
Ia menambahkan, seluruh perusahaan di Bontang menyatakan siap berkontribusi dalam pembangunan tim sepakbola profesional.
Meskipun begitu, besaran dukungan tiap perusahaan akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. "Nanti kami akan datangi setiap perusahaan. Karena tidak semua punya kesanggupan yang sama,” tuturnya.
Agus juga menyampaikan, jika anggaran yang didapatkan mampu melebihi target, maka terbuka kemungkinan untuk mengakuisisi klub yang berada di kasta Championship Indonesia.
"Kalau ternyata dananya lebih besar dari yang ditargetkan, bukan tidak mungkin kita bisa main di Championship, Tapi target utama kita liga 3 dulu,” ungkapnya.
Sembari menunggu proses akuisisi klub profesional, pada tahun ini Pemkot berencana menjalankan kompetisi lokal Liga 4. Klub-klub yang sudah ada seperti Bontang City, Bontang FC, PS PU dan PS Setda bisa tetap berkompetisi.
"Kalau nanti tim dari Liga 4 ini tampil bagus dan lolos ke Liga 3, kita tidak perlu lagi akuisisi klub luar,” pungkasnya. (Adv)