Upaya itu diwujudkan melalui pelatihan penanggulangan bencana yang digelar di Hotel Sintuk, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 60 relawan Kelurahan Tangguh Bencana (Kelana) yang mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan kemampuan mitigasi bencana.
Pelatihan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Dalam sambutannya, Sony menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, penanggulangan bencana memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, dunia usaha, media, serta aparat keamanan.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kolektif. TNI, Polri, relawan, perusahaan, hingga media harus menjadi satu kesatuan dalam memperkuat kapasitas daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan pelatihan ini merupakan langkah konkrit pemerintah dalam mewujudkan Bontang sebagai kota tangguh dan berkelanjutan, selaras dengan visi menjadikan Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju dan sejahtera.
Sony juga menyoroti pentingnya dukungan dunia usaha dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana. Ia berharap perusahaan dapat aktif menggelar pelatihan mandiri atau berkolaborasi dengan BPBD, minimal dua kali dalam setahun, agar kompetensi relawan di tingkat kelurahan terus meningkat.
Selain itu, media massa juga diminta berperan lebih luas dalam menyebarkan informasi dan edukasi tentang mitigasi bencana.
“Media memiliki kekuatan untuk membangun kesadaran publik. Dengan publik yang sadar risiko bencana, langkah pencegahan bisa lebih efektif,” katanya.
Pelatihan ini tak hanya fokus pada teori, tetapi juga simulasi langsung di lapangan agar relawan siap menghadapi berbagai skenario bencana seperti banjir, kebakaran, dan tanah longsor.
“Kami ingin relawan tangguh tidak hanya paham konsep, tapi juga siap bergerak cepat dan terukur ketika dibutuhkan,” katanya.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemkot Bontang berharap dapat mewujudkan masyarakat yang tangguh, adaptif, dan mampu berperan aktif dalam pengurangan risiko bencana di lingkungannya. (Adv)
Editor: Erwin