Impaksi dikatakan Hena adalah suatu kondisi saat gigi gagal untuk tumbuh sepenuhnya (menembus) dari gusi alias gigj terjebak di dalam gigi.
"Gigi yang tidak dapat keluar sepenuhnya (tumbuh miring) terjadi karena gigi tumbuh berdempetan atau kurangnya ruang di tulang. Geraham ketiga (gigi bungsu), khususnya di raham bawah, adalah yang terakhir keluar dan lebih mungkin tumbuh miring," jelas Hena.
Menurut Hena, impaksi gigi perlu ditangani dengan tepat karena dapat menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi. Bahkan kondisi tertentu bisa menyebabkan terjadinya kista gigi.
Impaksi gigi bisa terjadi karena berbagai alasan, menurut Hena di antaranya, Rahang terlalu kecil sehingga tidak ada cukup ruang untuk gigi tumbuh,Gigi menjadi bengkok atau miring ketika berusaha tumbuh atau gigi sudah tumbuh dalam posisi yang tidak beraturan sehingga menghalangi gigi bungsu.
Hena menambahkan, impaksi gigi memiliki efek domino, yaitu ketika gigi yang tumbuh miring menekan gigi di sebelahnya, maka pertumbuhan gigi dapat menjadi tidak beraturan. Gigi yang tidak beraturan ini dapat menimbulkan masalah dalam mengunyah.
"Gigi terpendam atau hanya tumbuh sebagian dapat menyebabkan sisa makanan tersangkut. Selain itu, bakteri juga lebih mudah masuk sehingga menyebabkan rasa nyeri dan bengkak pada gusi. Posisi gigi terpendam yang ada di belakang menjadikannya sulit dijangkau oleh sikat gigi," tutup Hena. (kk04/adv/diskominfo)
Editor: Aspian Nur