"Fokus infeksi dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan fokal infeksi antara lain Infeksi periapikal gigi yaitu karies gigi yang tidak dirawat sehingga menyebabkan infeksi di ujung akar gigi," jelasnya.
Infeksi pada jaringan periodontal atau jaringan pendukung gigi. Infeksi ini lanjutnya, biasanya terjadi apabila kebersihan gigi kurang terpelihara sehingga terbentuk karang gigi.
"Karang gigi bisa sebabkan infeksi pada gusi yang ditandai dengan gusi yang mudah berdarah. Infeksi di akar gigi maupun di jaringan penyangga gigi melibatkan lebih dari 350 bakteri dan mikroorganisma. Karena letak infeksinya sangat dekat dengan pembuluh darah, produk bakteri berupa toksin dapat menyebar keseluruh tubuh," ujar Hena.
Mekanisme penyebaran fokal infeksi sendiri menurut Hena, dapat melalui sirkulasi aliran darah, pembuluh limfatik, respon immunologis, dan aspirasi.
"Respon imun-inflamatori pada kolonisasi patogenik ini menyebabkan kerusakan perlekatan antara gigi dan gusi, juga kehilangan struktur yang mengikat gigi ke tulang rahang. Kedua hal ini terjadi bersamaan dengan bertambahnya kedalaman sulkus gusi. Sulkus yang radang ini, disebut sebagai poket periodontal, yang menjadi area anaerob yang kaya akan protein, darah, oksidan sehingga mendukung kolonisasi bakteri anaerob yangbersifat patogenik bagi tubuh manusia," katanya.
Nah, untuk area terlokalisasi dari fokal infeksi di rongga mulut, menurutnya, harus dilakukan tindakan bedah minor untuk merawatnya. Ketika prosedur bedah ini dilakukan, terdapat kemungkinan mikroorganisma pada area yang terlokalisasi tersebut akan menyebar ke area tubuh yang lain melalui pembuluh darah dan limfatik, sehingga menyebabkan bakteremia.
"Perawatan gigi dan jaringan lain di rongga mulut yang terinfeksi harus segera dilakukan untuk menangani fokal infeksi yang terjadi, terutama pada pasien-pasien dengan kondisi menderita penyakit sistemik. Perawatan gigi dan mulut yang tepat dan teratur sangat diperlukan agar berbagai keluhan penyakit gigi dan mulut dapat dicegah bahkan dapat mengurangi resiko terjangkitnya penyakit lain atau terjadinya fokal infeksi ke bagian tubuh yang lain," pungkas Hena. (kk04/adv/diskominfo)
Editor: Aspian Nur