Gigi Fokal Infeksi? Ini Penjelasan drg Hena Ratnsari SpKGA
2 menit baca1.993 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BONTANG - Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, baik secara rohani maupun jasmani.
Kesehatan manusia tercermin dari kebersihan dan kesehatan rongga mulutnya.
Kesehatan gigi dan rongga mulut dapat mempengaruhi kesehatan secara umum, juga akan sangat berpengaruh terhadap keadaan sistemik dari tubuh manusia keseluruhan.
Menurut drg Hena Ratnasari SpKGA, spesialis gigi amak di RSUD Taman Husada Kota Bontang, jangan pernah mengabaikan kelainan atau infeksi yang terjadi di dalam rongga mulut, walaupun tanpa adanya gejala klinis yang dirasakan.
Infeksi yang terjadi pada tubuh manusia bisa menjadi sesuatu yang serius. Infeksi dapat terjadi karena virus, bakteri, parasit, dan jamur yang sering disebut sebagai mikroorganisma. Mikroorganisma memang tidak sepenuhnya buruk, karena keberadaannya juga dapat membawa manfaat, misalnya untuk menguraikan sesuatu di alam ini Namun bila mikroorganisma menyerang bagian tertentu dari tubuh manusia akan sangat mungkin mengganggu kondisi tubuh manusia itu sendiri," jelqs drg Hena.
Dalam tubuh manusia, rongga mulut merupakan satu bagian area ekosistem hidup yang cukup banyak mikroorganismanya. "Lingkungan rongga mulut merupakan tempat hidup bakteri aerob dan anaerob. Organisma ini merupakan flora normal dalam mulut yang terdapat dalam plak gigi, cairan sulkus gusi, membran mukosa, dorsum lidah, saliva atau air ludah dan mukosa mulut," ujarnya.
Lubang pada gigi juga merupakan tempat jutaan bakteri, jika masuk ke dalam pembuluh darah bisa menyebar ke organ tubuh lainnya dan menimbulkan infeksi, seperti masalah sistem pernafasan, otak dan jantung. Ada berbagai berbagai gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh infeksi dalam rongga mulut.
"Sumber infeksi ini disebut sebagai fokus infeksi. Sedangkan infeksi yang ditimbulkannya disebut fokal infeksi. Fokal infeksi adalah proses penyebaran dari kuman atau toksin fokus infeksi ke tempat lain yang jauh letaknya dari asal fokus infeski tersebut sehingga mampu mengakibatkan kerusakan jaringan yang dapat berupa infeksi baru maupun kelainan baru," kata Hena.
Adanya sisa kotoran, maupun mikroba penginfeksi bisa menyebar ke tempat lain ditubuh seperti ginjal, jantung, mata, kulit, dan lain sebagainya.
"Gigi dan rongga mulut juga dapat berperan sebagai fokus infeksi dan menyebabkan terjadinya fokal infeksi," sebut drg Hena. (Kk04/adv/diskominfo)
Editor: Aspian Nur










