Abses di area mulut dan rahang. Tumor atau kanker dan kista pada area mulut dan rahang, seperti kanker kelenjar air liur, kanker mulut, kanker lidah, dan kista gigi.
Impaksi gigi, yaitu gagalnya proses pertumbuhan gigi dengan posisi yang tepat, sehingga sebagian atau seluruh gigi terjebak di dalam gusi.
Gangguan tempromandibular joint (TMJ), yaitu sendi yang berfungsi untuk menggerakkan rahang dan menghubungkan rahang dengan tengkorak.
Infeksi pada gigi, gusi, dan mulut. Contohnya adalah abses gigi dan gusi, atau abses pada jaringan mulut dan lidah. Gangguan gerakan rahang, seperti trismus atau rahang kaku.
Gangguan posisi maupun struktur tulang rahang dan gigi. Misalnya, gigi tonggos (overbite), rahang bawah yang terlalu maju (underbite), atau rahang bawah yang terlalu mundur (retrognathia). Gangguan saraf pada area mulut dan rahang, seperti trigeminal neuralgia.
Cedera pada area mulut dan rahang, termasuk patah atau retak pada tulang rahang. Gangguan tidur, seperti mengorok dan sleep apnea.
Menurut Bella, dokter bedah mulut juga dapat menangani berbagai masalah pada gigi dan gusi yang membutuhkan operasi termasuk gigi berlubang, gigi retak, gingivitis, maupun periodontitis.
"Untuk kasus bibir sumbing, saya baru tangani 4 operasi. Kalau keseluruhan ei Bontang saya tidak tahu jumlahnya karena beljm screening," sebut Bella.
Penyebab bibir sumbing paling besar adalah faktor genetik, kemudian faktor lingkungan, seperti terjadi pendarahan saat trimester pertama, minum obat-obatan tertentu, rokok bisa juga karena paparan radiasi. (kk04/adv/diskominfo)
Editor: Aspian Nur