Perjuangan pelayanan cuci darah atau Hemodialisa di RSUD Bontang merintis dari 4 tempat tidur dan 4 unit mesin Hemodialisa, dimana saat 10 tahun lalu sesuai rekomendasi Permen RI, sebuah rumah sakit bisa membuka 1 unit Hemodialisa apabila minimal memiliki 4 unit tempat tidur dan 4 unit hemodialisa.
Tak terasa, saat akan menginjak usia ke 10 tahun tepatnya 10 Mei tahun depan, Unit Hemodialisa di Bontang sudah memiliki gedung sendiri yang cukup besar dengan kapasitas 18 unit tempat tidur dan 18 unit mesin Hemodialisa.
Kepala Ruangan Hemodialisa Salawati S Kep NS menjelaskan, perjalanan Hemodialisa Bontang cukup panjang, dari kecil menjadi besar.
"Saat presentasi Dinkes tahun 2017, Alhamdulillah ada tambahan 2 unit di 2018. Tahun 2019 kami melakukan presentasi Permen RI di Jatim untuk perpindahan ke gedung baru, dan pada Oktober 2019 pindah ke gedung baru dengan kapasitas tempat tidur 18 unit dan 18 mesin," jelas Salawati, kepada korankaltim.com.
Tetapi secara bertahap saat ini outlet persiapan buat 20 mesin tetapi bertahap, sesuai bertambahnya jumlah pasien.
Salawati menjelaskan untuk 18 mesin saat ini, 1 mesin untuk pasien yang Hbs Ag positif Hepatitis B, satu mesin untuk pasien yang infeksi TB kamar isolasi, dan satu mesin di ruang ICU, untuk pasien yang dirawat di ICU kondisi khusus seperti pasien dengan pemasangan ventilator yang membutuhkan cuci darah.
"Mesin kami menggunakan sistem KSO , yang satu unit mesin milik RSUD Bontang, dan untuk penambahan selanjutnya kita sesuaikan dengan penambahan pasien yang ada, pasien yang kami layani pun selain pasien dari Bontang dan sekitarnya, ada juga dari luar, seperti Sangatta, Sangkulirang, Wahau, Kukar, Kutim yang jelas wlayah-wilayah yang dekat Bontang," kata Salawati. (kk04/adv/diskominfo)
Editor: Aspian Nur