Nakes yang ada saat ini beberapa orang diantaranya harus menjalani isolasi mandiri akibat terpapar covid-19, disamping jumlah pasien juga terus bertambah.
"Sehingga SDM yang dimiliki menjadi semakin berkurang," ungkap Toetoek saat dihubungi Korankaltim, beberapa waktu yang lalu.
Tidak hanya itu, Toetoek mengungkapkan sejak sepekan lalu RSUD sangat kewalahan untuk menangani penderita Covid-19, ada pasien yang sampai harus mengantre untuk mendapatkan ruang ICU.
Sementara ruang ICU yang dimiliki sangat terbatas, hanya memiliki 16 tempat tidur.
Begitu pula dengan ruang Seruni dan Cempaka yang sebelumnya dialih fungsikan dari ruangan non covid, menjadi ruang isolasi covid saat ini juga sudah terisi penuh.
"Seruni dan Cempaka, dua ruangan itu menyediakan 35 bed, namun sekarang sudah penuh juga," bebernya.
Melihat kondisi itu, pihaknya telah mengalih fungsikan ruang Wijaya Kusuma di lantai 5.
"Ruang wiWjaya Kusuma, yang dulu ruang VVIP sekarang dimanfaatkan untuk penanganan Covid, ada 15 bed yang bisa digunakan," bebernya.
Ia menyampaikan seberapa pun penambahan bed di rumah sakit tidak akan dapat menampung pasien covid yang terus bertambah.
"Jika kita tidak bersama-sama berusaha memutus mata rantai penyebaran, patuhi protokol kesehatan, itu harga mati," tegasnya. (ADV/KK005/Diskominfo)
Editor : Bambang Irawan