Pelaksana tugas (Plt) Dirut RSUD Kota Bontang dr Toetoek kepada korankaltim.com mengatakan, kepergian Dokter Nanang sangat mendadak dan membuatnya sangat terkejut. Pasalnya hari-hari sebelumnya beliau sehat dan aktifitas seperti biasanya menjaga pola makan pasien-pasien di RSUD Taman Husada Bontang dan rutin olahraga.
Diakui Toetoek, almarhum sama sekali tidak menunjukkan gejala sakit dan aktif seperti biasanya.
"Kami sangat berduka, kami kehilangan dokter terbaik kami, Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, tolong maafkan beliau doakan beliau agar husnul khotimah," kata dr Toetoek pagi tadi.
Menurut Toetoek, almarhum meninggal akibat serangan jantung. "Jam dua dini hari Dokter Nanang nyetir sendiri ke ICU RSUD Bontang setelah sebelumnya telepon dokter spesialis jantung yakni dr Hardi, untuk melakukan rekam jantung sekaligus pengobatan," jelasnya.
Almarhum selama ini tidak pernah merasa jika ia sakit jantung dan keluarganya pun tidak ada yang tahu karena tidak ada gejala, tiba-tiba baru tadi malam Dokter Nanang merasakannya.
Walaupun segala upaya sudah almarhum lakukan dengan cara menyetir mobil sendiri ke RSUD, namun Allah berkehendak lain juga lebih sayang kepada almarhum. Pukul 04.00 WITA dini hari Dokter Nanang berpulang ke Rahmatullah. (kk04/adv diskominfo)
Editor: Aspian Nur