Pelaksana tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati menyatakan apa yang terjadi saat ini sangat mengkhawatirkan. Kalau lonjakan kasus ini tidak diantisipasi sesegera mungkin Bontang bisa jadi seperti daerah lain di Jawa.
Bagaimana tidak, ketersediaan tempat tidur khusus pasien Covid-19 di RSUD bontang sebagai rumah sakit rujukan utama di kota ini sudah terisi penuh. "Ruangan khusus Covid-19 di RSUD dengan kapasitas 16 tempat tidur sudah terisi 13, tiga tempat tidur CCTV-nya masih diperbaiki, Insya Allah hari ini selesai artinya sudah bisa digunakan," ujar Toetoek kepada korankaltim.com.
Sementara ruangan tambahan, yang sebelumnya sudah disiapkan juga sudah terisi "Ruangan Cempaka dilantai 4 dengan kapasitas 11 tempat tidu rsudah terisi 9 artinya sisa dua yang kosong," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi, pihak rumah sakit saat ini mempersiapkan Ruangan Seruni untuk difungsikan untuk pasien Covid-19. "Besok kami rapat, mempersiapkan Ruang Seruni sebagai ruang tambahan, mungkin satu atau dua hari kedepan sudah siap dipakai karena kami perlu waktu mensterilkan," jelas Toetoek
Upaya rumah sakit mengantisipasi menurutnya tidak akan mampu menampung jika itu diselasaikan dari akar permasalahannya. "Bandingkan saja jumlah penduduk Bontang dengan jumlah ketersediaan tempat tidur seluruh rumah sakit yang ada di Bontang, dengan asumsi 1 persen saja yang terdampak covid, tidak akan mampu rumah sakit menampung itu semua," ujarnya
Yang harus dilakukan adalah memutus mata rantai dengan disiplin menerapkan prokes 5 M "Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas dan interaksi, tolong itu diterapkan, Tenaga kesehatan kami sudah kelelahan, ada yang terpapar dan bahkan ada yang jadi korban, jadi tolong saya minta disiplin prokes," harapnya. (ADV/KK05/Diskominfo)
Editor: Aspian Nur