Terkait hal ini, Dokter Spesialis Gizi RSUD Taman Husada Bontang dr. Wijayanto, SpGK memberikan 5 tips pencegahan, yakni pertama kurangi asupan karbohidrat yang terlalu banyak. “Gula, berbagai olahan dari tepung, kue, buras, lontong, nasi itu harus dikurangi,” kata Wijayanto.
Karbohidrat akan membuat tubuh cepat merasa lapar, sehingga memicu untuk makan lebih banyak. Untuk Tips kedua adalah mengurangi makanan berlemak, digoreng dan bersantan. “Kita perlu waspada terhadap kuah yang tinggi lemak, terkadang kita makan bakso, soto dan hidangan berkuah lainnya tapi tidak sadar kuah itu malah kandungan lemak jenuhnya banyak,” beber Wijayanto sambil menambahkan kalau makanan dengan kadar minyak tinggi dapat menimbulkan penyakit jantung.
Tips yang ketiga adalah wajib berolahraga. Wijayanto mengatakan jika standar minimal berolahraga adalah 30 menit tanpa jeda, serta dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu. “Jangan kalau sempat, tapi harus dirutinkan,” tegasnya
Tubuh manusia perlu melakukan olahraga untuk membakar kalori, selain itu dengan berolahraga akan membuat tulang menjadi kuat dan tidak mudah rapuh. “Tulang kita itu seperti foam, berongga-rongga, kalau kita gunakan berolahraga maka tulang menjadi padat,” sebut Wijayanto lagi.
Tips keempat adalah mengikuti sunnah rasul dengan berpuasa yaitu puasa sunah Syawal. “Puasa akan mencegah tubuh untuk menerima kalori yang berlebih,” jelasnya.
Adapun tips yang kelima adalah dengan memenuhi standar isi piringku yang dianjurkan oleh Departemen Kesehatan. “Kalau dulu kita memakai patokan makanan 4 sehat 5 sempurna, kalau sekarang ganti dengan isi piringku,” ucapnya. Ia mengatakan bahwa piring ukuran ini harus diisi dengan 50 persen berisi sayur dan buah, kemudian sisanya 2/3 krbohidrat dan 1/3 protein. (ADV/KKO5/DISKOMINFO)
Editor: Aspian Nur