Wijayanto menyebut jika makanan-makanan tinggi lemak, gula dan bersantan dapat menimbulkan dampak negatif bila konsumsinya tidak terkontrol seperti naiknya kadar gula dalam darah, penyumbatan saluran darah, penumpukan lemak di hati serta gangguan metabolisme yang lain.
“Memang budaya kita itu tinggi karbohidrat yang disediakan saat lebaran juga seperti itu,” ungkapnya. Gangguan metabolisme menyebabkan berbagai macam penyakit seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, kolesterol, asam urat, gagal ginjal, hati, jantung, stroke dan yang lainnya.
“Kalau aliran darah tersumbat, resikonya bisa pecah, kalau pecahnya di otak, jantung atau pun yang lainnya itu akan sangat berbahaya, makanya banyak orang tiba-tiba stroke, tiba-tiba serangan jantung,” bebernya.
Alih-alih langsung berdampak Wijayanto mengatakan kebiasaan makan yang tidak terkontrol ini akan berakibat dalam jangka waktu yang lumayan lama. “Memang kita tidak sadar, dampak terasanya itu nanti,” kata Wijayanto. Iapun kembali berpesan untuk menjaga asupan makanan tidak hanya selama Lebaran saja namun setiap hari. (ADV/KKO5/DISKOMINFO)
Editor: Aspian Nur