Dari data yang diperlihatkan kepada korankaltim.com, pasien terbanyak berada di Klinik Dalam dengan jumlah mencapai 38 pendaftar, disusul dengan Klinik Saraf 29 pendaftar dan Klinik Hemodialisa 21 pendaftar. “Memang ramai, mungkin karena mereka tidak boleh keluar kota,” ungkap Wahyuni.

Dibanding dengan data pasien usai libur lebaran tahun 2019 dan 2020, jumlah pasien poliklinik di tahun ini terbilang meningkat. Tercatat pasien pada tanggal 26 Mei tahun 2020 lalu hanya sejumlah 67 orang yang tersebar di 13 klinik.
Hal ini kemungkinan besar diakibatkan oleh Pandemi Covid-19. “Selain masyarakat takut ke rumah sakit, Mei tahun 2020 lalu IGD (Instalasi Gawat Darurat) sempat tutup beberapa hari akibat kasus Covid yang sedang melonjak, jadi mungkin poliklinik juga kena imbasnya,” paparnya.
Sementara jumlah pasien usai libur Idul Fitri di tahun 2019 lalu, tepatnya tanggal 10 Juni juga masih kalah dibandingkan tahun 2021. Wahyuni beralasan jika ada beberapa klinik yang belum dibuka pada saat itu. Jumlah pasien tercatat sebanyak 182 orang dan tersebar di 14 Klinik. “Ada yang belum buka, seperti Klinik Bedah Mulut,” sebut Wahyuni.(ADV/KK05/DISKOMINFO)
Editor: Aspian Nur