PAGT ini tercermin dari serangkaian proses yang dikerjakan dalam melayani penyelenggaraan makanan bagi pasien, mulai dari screening gizi, assessment hingga perlakuan untuk pemenuhan standar yang lainnya. Salah satu contoh adalah adanya kulkas khusus yang disediakan rumah sakit untuk menyimpan sampel dari makanan selama 2x24 jam.
Hal ini dilakukan sesuai standar yang berlaku “Karena kalau ada keluhan, kita bisa ambil sampel makanannya untuk diuji,” paparnya.
Sampel tersebut nantinya juga akan diuji tekait ada atau tidaknya bakteri yang menempel. Kalau ada delapan ruang rawat inap yang harus dilayani dengan timnya terkait masalah penyelenggaraan makanan, yaitu Seruni, Cempaka, Edelweis, Bougenvil, Flamboyan, ICU, PICU dan ruang isolasi Covid-19. “Kami melayani di delapan ruang rawat inap lantai 2, 3, 4, satu covid,” jelas Erna lagi.
Dapur RSUD Taman Husada sendiri memiliki 9 juru masak serta 12 pranata sajian yang telah dilatih serta memiliki sertifikat penjamah makanan. Jam kerja mereka terbagi menjadi 2 shift, yang pertama pukul 05.00-13.00 WITA dan yang kedua pukul 13.00-20.00 WITA. “Kami tidak menyediakan makan melebihi jam delapan malam karena kurang efektif,” ungkap Erna. (ADV/KKO5/DISKOMINFO)
Editor: Aspian Nur