Erna yang juga ahli gizi di rumah sakit ini menjelaskan kalau pasien yang datang ke rumah sakit akan melalui tahapan screening gizi disamping screening terkait kondisi medisnya, kemudian setelahnya akan dilakukan proses penskoran hasil.
Hal ini penting untuk dilakukan sebagai dasar pemberian makanan bagi pasien. “Disitu nanti terlihat apakah harus dikonsulkan ke ahli gizi apa tidak,” sebut Erna lagi.
Tak hanya sampai disitu, Erna juga menuturkan jika penilaian ulang akan dilakukan oleh ahli gizi dengan mendatangi pasien secara langsung. Hal ini dilakukannya untuk mempertegas terapi gizi yang akan diberikan kepada pasien. “Kami melayani semua terapi gizi di ruang rawat inap, sesuai dengan kondisi pasien,” sebutnya.
Terapi gizi akan berdampak terhadap kesembuhan pasien. Terapi gizi adalah proses pemberian makanan bagi pasien dengan mempertimbangkan status gizinya. Karena itu pemberian makanan kepada pasien akan disesuaikan dengan kondisi yang diderita. “Pasien seperti dalam kondisi koma akan mendapatkan makanan dalam bentuk cair kemudian pasien kondisi khusus diet makanan akan berbeda dengan pasien biasa,” tutup Erna. (ADV/KKO5/DISKOMINFO)
Editor: Aspian Nur