Apalagi ada fisioterapis empat orang, satu terapis Okupasi, satu terapis wicara dan satu tenaga psikolog, serta alat-alat penunjang rehab medik lainnya.
Menurut Seksi Penunjang Medik dan Non Medik dr Ihsan Gusti, pelayanan rehab medik RSUD Bontang paling unggul satu-satunya di Kota Bontang. “Kami memiliki dokter spesialis khusus kedokteran fisik dan rehabilitasi, yakni dr Rahmawaty Dian, dan di Bontang baru satu dokter rehab medik dan hanya ada di RSUD Bontang,” kata Ihsan.
Selain itu rehab medik RSUD Taman Husada Bontang juga memiliki tenaga ahli fisioterapi, psikologi, tumbuh kembang anak. “Kami banyak potensinya, tim paling lengkap untuk rehab mediknya se-Bontang, karena di rumah sakit lainnya tidak ada dokternya,” ujar Ihsan lagi.
Untuk diketahui, pengertian ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi menurut dr Rahmawaty Dian yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Rehabilitasi Medik RSUD Kota Taman, kepada korankaltim.com, saat ditemui di ruang kerjanya, adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang menangani impairment, disability dan handicap, akibat penyakit pada system Neuromuskuloskeletel dan kardiorepirasi serta masalah bio-psiko-sosial-vokasional-spiritual yang menyertainya.
Dan untuk program rehabilitasi medik menyeluruh, lanjut Rahmawaty Dian atau yang biasa disapa dokter Dian, meliputi pelayanan pasien mulai dari kasus baru, kasus lama, fase penyembuhan, penanganan pada stadium cacat permanen, dilanjutkan dengan persiapan dan pelaksanaan kembali ke masyarakat.
Menurut Dian, untuk menangani berbagai tingkat kecacatan, pelayanan rehabilitasi medik dilakukan sebagai bagian dari penatalaksanaan komprehensif terkait dengan disiplin ilmu lain dan bertujuan untuk, mencegah terjadinya kecacatan.
“Selain itu juga bertujuan untuk mengurangi atau meniadakan kecacatan, mengurangi atau meniadakan gangguan fungsi, meningkatkan kapasitas fungsi yang tersisa dan meningkatkan kualitas hidup baik sebagai individu atau bagian dari masyarakat,” ujarnya.
Yang dirawat di rehab medik adalah pasien yang membutuhkan pelayanan mereka. Jadi sebelum pasien mendapatkan terapi di instalasi rehabilitasi medik harus melalui dirinya dahulu, karena ia adalah dokter spesialisnya.
”Seluruh pasien yang datang ke instalasi rehab medik harus melalui asesmen dan evaluasi oleh Dokter Spesialis KFR, kemudian akan diberikan resep terapi, edukasi dan home programs yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien," tutup dr Dian.(KK04/adv/diskominfo)
Editor: Aspian Nur