“Biasa kalau manual itu banyak terselip dan hilang. Dan sejak era Covid-19 tahun lalu, kami berpikir untuk mencari terobosan elektronik medical record, dan Alhamdulillah survey pelanggan RSUD bagus. Nggak ada lagi bahasa hilang,” jelas dr Ihsan kepada korankaltim.com Senin (19/4/2021) lalu.
Saat ini untuk penerimaan resep obat ke pasien, selain muncul langsung dilayanan apotek, juga muncul di SMS pasien masing-masing. “Intinya sejak era Covid, kita mencari terobosan serba elektronik, untuk meminimalisir adanya kontak fisik, perubahan kerja dari manual ke eletronik. Jadi pasien sekarang tidak lagi menunggu antre untuk ambil obat di ruang tunggu apotek, tetapi pasien atau keluarga pasien bisa menunggu sambil jalan-jalan ke kantin rumah sakit,” terangnya.
Dan untuk memberikan pelayanan lebih maksimal kepada pasien, Ihsan mengatakan, ke depan akan merombak Kantin rumah sakit menjadi lebih nyaman lagi. Sehingga pasien bisa menunggu di kantin tanpa ragu, karena pemberitahuan langsung diterima melalui pesan singkat atau SMS.
Menurut Ihsan, tahun depan Insha Allah tiap poliklinik akan difasilitasi telivisi. Dan pasien yang sudah berobat akan bisa langsung memberikan tanda bintang untuk dokternya di layar.
“Pasien bisa memberi tanda bintang karena tiap tahun dinilai kinerja. Bukan rahasia umum lagi soal kinerja dan pelayanan dokter karena kami rekap untuk evaluasi. Kalau tidak begitu suka-suka terus. Mudahan tahun ini bagus dan uang ada. semua ini untuk memperbaiki pelayanan kepada pasien agar lebih baik lagi,” jelasnya.
Rencananya anjungan layar untuk pemberian bintang ke dokter, tidak di taruh di Poli-poli. “Ini realtime, jadi 200 pelayanan 200 penilaian juga. Dorongan kita di rekam medik. Jika ini terlaksana, maka kita yang pertama di Kaltim untuk basis Smart Sistem,” sebut Ihsan.
Termasuk sekarang, tambahnya untuk pendaftaran, pasien sudah menggunakan Pendaftaran Online melalui layanan Si Peri dan Si Perban.
Untuk sistem Si Peri sendiri sangat membantu, menurut Ihsan, langsung konek dengan BPJS. “Dengan langsung konek,masalah terkait apakah pasien masih dalam status aktif di BPJS atau tidak, langsung terdata dan pihak RSUD maupun pasien langsung tahu. Jadi problem-problem seperti itu sekarang sudah hilang,” katanya.
Ihsan juga kembali mengatakan, yang sudah melakukan RME adalah rawat jalan dan apotek. “Tahun ini rencana IGD dan lab, sementara bulan November mendatang khusus rawat inapnya,” tutupnya (KK04/ADV/KOMINFO)
Editor: Aspian Nur