Seksi Penunjang Medik dan Non Medik RSUD Taman Husada Bontang dr Ihsan Gusti menjelaskan, dengan REM sangat mengurangi pengeluaran anggaran, baik di bidang pengadaan kertas, tinta print hingga ke depan pengurangan sampah radiologi.
Ia mencontohkan, per Juni mendatang terobosan baru untuk pembacaan rekam medic radiologi akan menggunakan system transfer gambar radiologi, yang langsung diinjeksi ke system elektronik medical record.
“Jadi per Juni nanti, untuk ronsen kami tidak perlu dicetak lagi, tapi langsung di injek ke system elektronik medical record, lebih paper less dan mengurangi sampah limbah radiologi,” kata dr Ihsan saat ditemui di ruang kerjanya oleh korankaltim.com, Senin (19/4/2021) kemarin.
Sistemnya sudah lengkap dan siap digunakan, hanya saja kondisi CR-nya sedang rusak. “Kami sedang perbaiki, kalau tidak beli baru lagi untuk CR-nya. Insha Allah kalau tidak bulan 5 atau 6 lah, baru bisa dilaksanakan terobosan sistem ini,” papar Ihsan.
Menurut Ihsan, pengadaan film ronsen untuk cetak hasil radiologi selama ini per tahunnya menelan anggaran Rp300 juta. Diharapkan dengan RME atau system elektronik rekam medic dapat m,emangkas anggaran hingga Rp250 juta pe tahunnya.
“Jadi kami target jika Juni sudah mulai system ini, per tahun dari Rp300 juta, mungkin hanya Rp50 juta saja, jadi bisa hemat Rp250 jutaan. System ini selain hemat uang, juga hemat kertas dan bebas sampah radiologi,” beber Ihsan.
Saat ini saja yang sudah melakukan system REM adalah layanan IMR rawat jalan dan apotek. “Untuk apotek dan IMR rawat jalan sekarang sudah tidak pakai cetak resep, ini sudah berjalan sejak bulan Oktober tahun lalu,” paparnya.
Kalau di kalkulasikan ke seluruhan untuk biaya cetak rekam medik setahun bisa menelan anggaran Rp1,3 Miliar. “Dengan adanya elektronik rekam medic, dengan jalan REM hemat cetakan hingga Rp300 juta, terhitung sudah menggunakan REM sejak bulan 10 tahun 2020. Jadi target tahun ini bisa hemat hingga Rp800 juta,” jelasnya.
Kalau semua layanan bisa jalan, bisa hemat hingga Rp1,1 miliar setahun dari tahun 2020 (terhitung dari bulan 10) dan 2021. Sisa anggarannya bisa digunakan untuk pengadaan alat kesehatan lainya termasuk membeli alat laundry yang sudah tua, yang pengadaannya seusia dengan berdirinya RSUD Taman Husada Bontang. (KK04/ADV/KOMINFO)
Editor: Aspian Nur