
Hal ini diutarakan dr Ihsan Gusti, Seksi Penunjang Medik dan Non Medik RSUD Taman Husada Bontang, kepada korankaltim.com, Senin (19/4/2012).
Alat CT Scan yang dimiliki RSUD Taman Husada Bontang, merupakan MSCT Scan 128 Slice Philips Ingenuity, yang di order oleh RSUD Taman Husada Bontang pada 2019, memiliki kemampuan untuk menghasilkan informasi dan memberikan gambaran diagnostic yang lebih baik, khususnya untuk pemeriksaaan organ bergerak, salah satunya jantung, dengan kecepatan pemeriksaan yang cukup singkat dan menghasilkan gambar dengan resolusi yang baik dan lebih akurat.
“Dulu pengunaan CT Scan berjalan mulus dan bagus, tapi sejak bedah syaraf tidak ada saat ini, penggunaan agak turun karena yang paling sering menggunakan alat ini adalah bedah syaraf,” ujar Ihsan.
Karena harganya cukup mahal maintenancenya pun mahal, setahun bisa mencapai Rp1,2 miliar. Kepala Ruang Radiologi dr Agustiana Sp.Rad, menambahkan, jika saat ini layanan CT Scan khusus pemeriksaan CT jantung belum ada.
“Kami belum melakukan pemeriksaan CT Jantung, karena operator harus di bekali lagi ilmunya termasuk dengan kursus,” ujar Agustiana.
Agustiana, yang ditemui di sela memeriksa hasil CT Scan pasien bersama dr Endang Sp.Rad, Senin (19/4/2021) siang tadi menjelaskan, alat CT Scan, dilengkapi perangkat lunak berteknologi mutakhir, antara lain adanya fitur colonoscopy, tracking urologi, adanya fitur rekonstruksi cerdas yang memaksimalkan kualitas gambar, serta fitur low dose untuk pasien, juga dilengkapi dengan fitur emergensi yang memungkinan pemeriksaan pasien dari IGD (Instalasi Gawat darurat) dapat segera dilakukan secara cepat.
Menurut Agustiana, berbagai kelainan atau gangguan dari beberapa jaringan maupun organ tubuh, dapat di deteksi dengan pemeriksaan MSCT, dan sebagai penunjang diagnostic yang canggih, MSCT lebih sensitif pada indikasi kelainan-kelainan pada, otak, misalnya sumbatan vaskuler, pendarahan, tumor, infeksi.
“Juga pada rongga dada, rongga mulut misalnya ada kelainan pada usus, hati, limpa, pancreas, saluran empedu dan ginjal. Untuk telinga, hidung, tenggorokan misalnya kelalain pada tulang pendengaran, sinus paranasal, nasofaring dan laring. Selain itu, untuk ortopedi visualisasi patah tulang, pemeriksaan dinamik pada persendian, semua bisa di deteksi dengan CT Scan,” paparnya (KK04/ADV/KOMINFO)
Editor: Aspian Nur