SIPERI sendiri adalah sebuah anjungan berbentuk kotak yang berdiri memanjang, dan diletakkan di loby utama rumah sakit, diperuntukkan sebagai mesin pendaftaran yang bisa mengeluarkan nomor antrean. Wayan meneruskan jika SIPERI yang saat ini merupakan generasi ketiga setelah melalui beberapa tahap pengembangan.
Ia menceritakan diawal pengembangan pihaknya sempat melakukan eksperimen menggunakan monitor yang telah rusak serta mesin barcode yang dipinjam dari kantin. Pada menu tampilan SIPERI terdapat pilihan umum atau BPJS yang menandakan jika sistem telah terhubung ke BPJS. “Nantinya kelihatan BPJS calon pasien masih aktif apa tidak,” ujar Wayan.
Ia juga menambahkan jika SIPERI akan otomatis memprint kertas egibilitas, sehingga pasien hanya tinggal menunggu di ruang tunggu poliklinik . Penggunaan anjungan ini dinilai efektif untuk memangkas waktu antrean, “Tak perlu meminta petugas pendaftaran untuk mendaftarkan, hanya lima menit sudah selesai,” ujar Wayan.
Wayan mengungkapkan jika ke depannya akan menambahkan jumlah anjungan SIPERI dan meletakkannya di titik-titik strategis rumah sakit. Seperti yang diketahui untuk saat ini mesin anjungan yang dimiliki masih dua unit. “Masih kita kembangkan anjungan itu,” tambah Wayan. (KK04/ADV/KOMINFO)
Editor : Bambang Irawan