Untuk itulah, RSUD Taman Husada Bontang menggagas penggunaan aplikasi berbasis gawai pintar alias smartphone.
Alasannya jelas. Kini hampir separuh lebih populasi manusia memiliki paling tidak satu buah gawai pintar atau android.
"Dulu orang antre dari jam dua belas malam, kadang sandal saja yang antre di lobby, " ujar dr. I Wayan Santika selaku Kasi Pelayanan dan Pengembangan Medik RSUD Bontang.
Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan, RSUD Bontang mengadopsi sebuah teknologi dan mengembangkannya sehingga jadilah Aplikasi Si Perban (Sistem Pendaftaran Berbasis Android). "Kita tidak beli dari luar, kita ngebangun sendiri", ujar Wayan. Ia juga menambahkan jika penemuan ini merupakan salah satu keberhasilan RSUD. "Si Perban adalah salah satu keberhasilan kami, " ujarnya.
Adanya Si Perban diketahui mampu mempercepat proses pendaftaran, hal tersebut dikarenakan pasien hanya cukup melakukan pendaftaran melalui Aplikasi yang telah diunduh secara gratis di playstore. Apalagi Si Perban juga terhubung langsung dengan BPJS Kesehatan, sehingga pasien yang berlangganan tak perlu risau lagi masalah pembayaran.
Diungkap oleh Wayan, untuk masuk ke aplikasi harus memasukkan no rekam medik. "Jadi untuk pasien yang pertama kali periksa ke RSUD harus mendaftar secara manual dulu untuk mendapatkan no rekam mediknya," tegas Wayan.
Untuk itu, Wayan juga mengimbau bagi pasien yang akan berobat jika memiliki smart phone Android, dan sudah pernah mendapatkan no rekam medik, hendaknya mengunduh dan menggunakan Aplikasi Si Perban. (KK05/ADV/KOMINFO)
Editor : Rusdi