Kepala Instalasi Laboratorium RSUD Taman Husada Bontang, dr. Eva Hartati Sp PK menjelaskan, keberadaan bank darah ini sangat membantu pasien untuk cepat mendapatlkan layanan transfusi darah. “Jadi keluarga pasien tidak perlu lagi ke PMI,” ujarnya.
Diakui Eva bank darah sudah ada sejak Agustus 2019 melalui kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bontang. Darah yang dipesan dari PMI akan disimpan ke dalam kulkas penyimpanan dengan suhu antara 2-6 derajat Celcius. Jika suhu penyimpanan berada diluar ketetapan tersebut, maka darah akan rusak. "Kalau kantong darah sudah dikeluarkan, maka tidak boleh dari setengah jam harus ditransfusikan,” jelas Eva.
Adapun penyusunan darah di dalam kulkas adalah satu rak untuk satu golongan darah. Sedangkan satu rak bisa menampung 30 kantong darah. Bagi darah yang sudah dipesan namun belum sempat ditransfusikan, laboratorium menyediakan layanan titip darah. Hal ini untuk mensiasati agar darah tidak rusak.
Ada enam analis kesehatan bersertifikat khusus yang menangani nank darah. Beberapa tugas yang dilakukan adalah mengawasi stok darah, melakukan pemeriksaan silang serasi, yaitu mencocokkan darah yang ada di kantong dengan darah pasien serta melakukan monitoring suhu. “Untuk monitoring suhu kita ada tiga shift, jam delapan pagi, dua siang dan jam sepuluh malam,” tambah Eva.
Pemesanan darah biasa dilakukan tiap minggu atau tiap dua minggu sekali, namun jika stok darah di PMI kosong, maka pihak bank darah akan menunggu hingga stok terpenuhi. (KK05/ADV/KOMINFO)
Editor: Aspian Nur