RSUD Taman Husada Bontang sempat menjalin kerjasama dengan salah satu hotel di Bontang yakni Hotel Raodah, untuk penambahan kamar rawat inap pasien Covid-19.
Hal ini diutarakan Wakil Direktur Pelayanan RSUD Taman Husada Kota Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati, kepada korankaltim.com, Senin (29/3/2021) kemarin di lantai 2 RSUD Bontang.
Menurut dr Toetoek, kerjasama dengan hotel Raodah dilakukan untuk pasien positif khusus yang tidak bergejala sampai ringan.
“Kami di kesehatan ini takut, masyarakat yang positif terus isolasi mandiri tidak bisa menerapkan isolasi mandiri dengan baik, takutnya justru menularkan ke saudara atau keluarga lainnya dan yang positif malah banyak. Karena itu kami kerjasama dengan Hotel Raodah sebagai safe house, sebanyak 40 kamar, untuk antisipasi kenaikan pasien positif,” papar dr Toetoek.
Namun, trend Covid-19 akhir-akhir ini ujar Toetoek mengalami penurunan dan jumlah pasien yang dirawat inap pun semakin berkurang.
“Jumlah pasien akhir-akhir ini cenderung menurun mudahan ini pertanda pandemi akan berakhir. Saat ini yang rawat inap ada 10 pasien dan semua bukan kondisi berat. Selain itu, yang di rawat di Hotel Raodah tinggal 1 orang, itupun yang bersangkutan sudah sehat dan keluar. Karena itu kerjasama dengan hotel Raodah kami akhiri per 22 Maret lalu,” jelas Toetoek.
Diketahui, pihak rumah sakit melakukan kerjasama dengan Hotel Raodah mulai 29 Januari 2021 dengan melakukan pemesanan sebanyak 40 kamar hotel yang dikhususkan untuk pasien Covid-19 Tanpa Gejala (OTG) hingga gejala ringan.
Dikatakan Toetoek, sebutan kamar hotel yang dipesan untuk pasien melakukan isolasi mandiri di Hotel Raodah disebut Safe House. Kamar dilengkapi dengan berbagai obat-obatan serta ada 2 petugas medis/perawat, 1 bidan dan 3 dokter yang bertugas secara bergantian.
"Kamar hotel dipesan dengan sistem pembayaran setiap 15 hari dengan biaya Rp450 ribu per pasien per hari. Hingga kini sudah Rp373.050.000, sudah kami bayarkan ke pihak Hotel Raodah,” ungkap Toetoek.
Jadi, lanjutnya, per 22 Maret 2021 kerjasama dengan Hotel Raodah sudah berakhir dan pasien terakhir pun sudah tidak ada lagi.
Menurut dr Toetoek, sejak berakhir kerjasama saat itu, pihak RSUD langsung melakukan sterilisasi penyemprotan desinfektan ke seluruh kamar hotel yang telah digunakan oleh pasien. Sehingga bagi warga yang ingin menginap bisa merasa nyaman. (KK04/ADV/KOMINFO)
Editor: Aspian Nur