Menurut Kepala Ruangan Hemodialisa RSUD Taman Husada Bontang, Salawati, yang ditemui korankaltim.com, Selasa (16/3), saat ini Ruang Hemodialisa sudah memiliki ruangan khusus terpisah dari ruang pasien-pasien rawat inap RSUD Taman Husada.
“Kami sekarang di ruang khusus Hemodialisa, dan ruang ini ada di lantai 2, dengan luas ruangan yang cukup besar, dan kami menempati gedung Hemodialisa ini sekitar Oktober 2020 lalu,” ujar Salawati.
Saat ini, lanjutnya, dari awalnya hanya memiliki 4 (empat) unit mesin HD kini sudah ada 14 unit. Dan pada Januari 2021 lalu, ada tambahan lagi sebanyak 4 unit, sehingga total saat ini RSUD Bontang memiliki 18 unit mesin HD.
Untuk pelayanan HD dikatakan Salawati, yang sudah berkecimpung di bagian cuci darah pasien gagal ginjal sejak awal ada unit Hemodialisa di RSUD Bontang, bisa dilakukan di ruang ICU juga, khusus untuk pasien dalam kondisi kritis. Di dalam ruang hemodialisa sendiri, Salawati menambahkan, ada dua ruang khusus yakni ruang isolasi untuk pasien Covid-19 dan ruang isolasi untuk pasien Hepatitis.
Ditanya jumlah pasien yang saat ini tengah di rawat, Salawati mengatakan, sisa 51 orang. “Jumlah pasien sekarang kadang naik kadang turun, kemarim 62 sekarang sisa 51, karena banyak yang sudah meninggal dunia ada juga yang tidak lagi cuci darah,” ujarnya.
Bagi pasien cuci darah, menurut Salawati, memiliki jadwal tindakan masing-masing. “Kami ada jadwal tindakan cuci darah (hemodialisis) per pasien dua kali seminggu. Dan sehari kami ada dua shift pagi dan sore, serta kami juga ada pelayanan emergency CYTO 24 jam dengan dua perawat yang standby,” katanya.
Salawati juga menambahkan, jika saat ini gedung hemodialisa memiliki 10 tenaga perawat yang seluruhnya sudah bersertifikasi hemodialisa dan 1 dokter spesialis penyakit dalam yang juga telah bersertifikasi hemodialisa, yakni dr Diah Sawitri SpPD.[adv/kk04/kominfo]
Editor : Rusdi