Pasalnya, keberadaan Posyantek sangat diharapkan bagi munculnya inovasi serta temuan teknologi tepat guna (TTG) yang bisa menjadi solusi atas berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat secara langsung.
DPMPD sebagai tim penggerak yang melakukan pembinaan tak bisa hanya sekadar menyelesaikan pekerjaan secara administratif. Lebih dari itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Bahkan mereka sampai memfasilitasi terbentuknya Forum Komunikasi Posyantek, sebagai wadah komunikasi pengembangan. Wadah itu, kata Helvin juga digunakan sebagai sarana untuk melakukan pembinaan secara berkala.
"Yang terpemting dalam pembinaan Posyantek harus memberikan perhatian. Harus turun langsung bersama masyarakat," kata Helvin.
Selain itu pembinaan juga dimaksudkan agar teknologi atau inovasi yang dihasilkan tidak latah, sehingga setelah selesai lomba, inovasi tidak termanfaatkan secara langsung oleh masyarakat dengan baik.
"Istilah kami dalam pembinaan, kalau mau berbbicara sapi harus jadi sapi agar menjiwai. Sering membaur berkomunikasi untuk melihat potensi, agar teknologi yang dihasilkan benar-benar bermanfaat," tutup Helvin. (Adv)
Editor: Aspian Nur