Menurutnya, modal sosial harus memiliki solidaritas dan kebiasaan gotong royong dalam sebuah desa. Terlebih keberadaan ruang publik yang terbuka gratis dan ketersediaan fasilitas atau lapangan olahraga dan terdapat kelompok kegiatan olahraga.
“Keseluruhannya itu menjadi poin, misal ada satu poin saja, lalu nanti ditambahkan lagi dengan poin yang satunya. Jadi secara berkala penambahannya,” jelas Aswanda.
Selain itu, masyarakat di suatu desa juga harus memiliki toleransi, seperti warga desa terdiri dari beberapa suku dan agama serta warga berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda.
Disebuah desa diperlukan rasa aman untuk penduduknya, seperti warga desa bersama-sama membangun serta menjaga Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling).
“Kami juga memerlukan partisipasi warga mengadakan siskamling, dan tingkat kriminalitas serta konflik yang terjadi itu minim. Selanjutnya bisa dilihat dari upaya penyelesaian konflik yang terjadi di desa itu,” Aswanda.
Kesejahteraan sosial memang menjadi salah satu syarat peningkatan di semua daerah, di mana terdapat akses ke sekolah luar biasa (SLB) dan penyandang kesejahteraan sosial. (Adv)
Editor: Aspian Nur