Hal ini dengan tujuan meningkatkan status desa yang ada di Kaltim. Terlebih daerah-daerah yang berkembang dan tertinggal.
“Jadi biasanya kami rutin itu secara daring melakukan monitoring, terbaru kemarin mereka kami panggil langsung ke kantor,” ujar Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Pedesaan, Aswanda.
Selain itu. Dirinya juga kerap melakukan kunjungan di sejumlah desa tertinggal ini bersama pemerintah daerah dan pihaknya melakukan dokumentasi melalui akun YouTube.
“Ada di channel YouTube kita, yang melakukan kunjungan terhadap desa tertinggal ini. Kami juga mengajak pemerintah kabupaten untuk ke lokasi,” papar Aswanda.
Mereka terus berupaya untuk menghapuskan, atau menaikkan status desa tertinggal yang ada di Kaltim ini.
“Insya Allah 2024 menjadi target kami untuk penghapusan desa tetingga di Kaltim yang hanya tinggal lima saja,” ucap Aswanda.
Sehingga dengan terus melakukan monitoring bersama pihak desa dan kabupaten, diharapkan bisa menaikkan status suatu desa. (Adv)
Editor: Aspian Nur