Kepala DPMPD Kaltim, Anwar Sanusi menyebutkan bahwa semua desa di Kaltim telah membangun 176 sarana dan prasarana (sarpras) ketahanan pangan demi mendukung kebijakan Pemprov Kaltim yang ingin mewujudkan kemandirian pangan.
Terlebih, pembangunan sarpras tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp1,45 miliar. Yang mana alokasi anggaran ini berasal dari Program Padat Karya Tunai Desa (PKDT).
"Upah tunai yang diberian ke para pekerja senilai Rp937,47 juta untuk 6.410 orang jumlah warga yang terlibat dalam PKDT, yakni 3.480 pekerja laki-laki dan 2.930 pekerja perempuan," ungkapnya.
Selain itu, salah satu sarpras yang dibangun adalah irigasi lahan pertanian untuk persawahan para petani agar mendapatkan pengairan yang cukup guna meningkatkan produktivitas pertanian. Tak hanya itu, pembangunan sebanyak 13 kegiatan jalan pertanian dan perkebunan dengan nilai total kegiatan sebesar Rp605,35 juta dan upah pekerja sebesar Rp251,73 juta.
"PKDT ini kegiatan yang melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja, agar perekonomian bisa meningkat baik daam jangka pendek dan panjang," ungkapnya.
Dalam jangka yang pendek, kata Anwar, warga memperoleh upah dari kegiatan di desa sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian keluarga yang bekeja dalam jangka panjang. Semisal, berdampak pada kemudahan dan kecepatan angkutan hasil pertanian warga.
"Perekonomian petani dan sektor pertanian, dalam jangka panjang akan lebih meningkat dan lebih sejahtera produksi sawah mereka yang berkelanjutan," pungkasnya. (Adv)
Editor: Maruly Z