Di Bontang, hal serupa juga berlaku, meskipun seluruh sekolah telah meliburkan anak didiknya, mereka tetap mendapatkan jatah harian MBG dari petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melakukan pengantaran setiap harinya.
Kepala SPPG Bontang, Surya, mengatakan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu untuk melakukan Momeorandum of Undersatnding (MoU) dengan sekolah, untuk menyepakati apakah MBG ingin tetap dikirimkan atau tidak.
“Sebenarnya kalau libur dan tanggal merah nasional, kuta juga tidak menyalurkan. Jadi kalau cuti mau tetap diberikan itu opsional saja,” ujarnya saat dikonfirmasi. Senin (29/12/2025).
Ia menegaskan, MBG tetap diberikan jika para siswa, wali murid serta pihak sekolah memang menginginkan makanan bergizi tersebut tetap tersedia.
“Ada beberapa sekolah kemarin yang sampai hari Jumat dan Sabtu kemarin masih tetap menadapatkan MBG. Tapi kalau untuk Senin ini rata-rata sudah libur,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, MBG tersebut nantinya akan tetap dikirim ke sekolah dan para murid bisa mengambilnya di sekolah masing-masing.
“Kalau guru kan dia enggak libur. Jadi siswa yang memang mau ngambil, biasanya tetap didatakan berapa orang kayak gitu,” katanya.
Berdasarkan keterangan Surya, terdapat delapan sekolah yang hingga kini menyatakan diri tetap menginginkan pengiriman MBG, diantaranya adalah SDN 002 dan SDN 008.
“Totalnya lumayan banyak, ada sekitar delapan sepertinya kemarin. Untuk detailnya saya kurang hafal,” pungkasnya.
Editor: Erwin