Peristiwa ini mengakibatkan kemacetan panjang karena akses jalan tersebut hanya satu jalur penghubung utama menuju Kutim dan Berau.
Trailer yang membawa muatan dari Samarinda menuju Bengalon tersebut tiba-tiba kehilangan tenaga saat melintasi tanjakan terjal.
Akibatnya, kendaraan besar itu berhenti di tengah jalur, membuat kendaraan dari dua arah tidak bisa melintas. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung menggunakan alat berat.
Kasatlantas Polres Bontang, AKP Purwo, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, insiden seperti ini kerap terjadi di jalur rawan, terutama di tanjakan Gunung Hantu dan Gunung Kuburan.
“Memang kondisi jalannya cukup ekstrem. Kendaraan besar yang membawa muatan berat sering kesulitan menanjak, sehingga jalur ini perlu kewaspadaan ekstra,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah mengerahkan anggota untuk membantu pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi. Kendaraan yang mengantre diarahkan bergantian agar tidak terjadi penumpukan lebih parah.
“Kami prioritaskan jalur darurat agar tetap ada pergerakan kendaraan, meski harus bergantian,” terangnya.
Menurut pantauan petugas, kemacetan sudah mengular hingga beberapa kilometer. Kondisi ini diperparah karena jalur Samarinda–Bontang merupakan akses vital yang tidak memiliki jalur alternatif memadai.
“Kalau ada hambatan di titik ini, otomatis arus kendaraan dari dan menuju Kutim maupun Berau terhambat,” jelasnya.
Sopir trailer yang masih berada di lokasi dimintai keterangan petugas. Ia mengaku sudah berusaha memacu kendaraan, namun muatan yang berat membuat mesin tidak sanggup menanjak. Oleh karena itu, pihaknya akan menggunakan alat berat untuk menarik kendaraan tersebut agar jalan bisa segera normal kembali.
Polres Bontang mengimbau pengemudi truk dan trailer agar melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum melintasi jalur rawan tersebut.
“Pastikan kondisi kendaraan prima dan muatan sesuai kapasitas. Jangan memaksakan diri membawa muatan berlebih, karena risikonya besar,” tegasnya.
Hingga siang ini, proses evakuasi masih berlangsung. Petugas gabungan terus berupaya menggeser trailer ke sisi jalan agar jalur Samarinda–Bontang kembali normal dan pengguna jalan dapat melintas dengan aman.
Editor: Erwin