Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Kecamatan Bontang Utara merupakan daerah dengan dampak banjir terluas. Misalnya di Kelurahan Guntung, tercatat tujuh RT yang terdampak. Yaitu, RT 4, 6, 10,11,12,13, dan RT 16. Kelurahan Api-Api tujuh RT, meliputi RT 7, 8, 14, dan RT 40. Lalu, Kelurahan Gunung Elai, hanya RT 43 yang terdampak.
Selanjutnya, di Kecamatan Bontang Barat tepatnya Kelurahan Gunung Telihan, ada tiga RT yang terdampak banjir yaitu, RT 19, 25, dan RT 26. Sementara di Kelurahan Kanaan dampak banjir, meliputi RT 8 dan RT 11.
"Saat ini, masih kami lakukan pendataan. Sebagian warga sudah melakukan evakuasi mandiri," ucap Kepala BPBD Bontang, Zainuddin kepada awak media, Selasa (26/4/2020).
Beberapa masyarakat juga telah mengungsi di kawasan yang dinilai aman banjir. Misalnya di Kantor Kelurahan Gunung Elai serta rumah keluarga masing-masing warga yang terkena banjir.
Salah seorang warga, Suparti (53) mengatakan, bahwa banjir kali ini merupakan banjir besar ke dua, setelah banjir yang juga terjadi di tahun 2019 lalu. Bahkan, selam 27 tahun ia di Bontang, ia menyebutkan baru mengalami banjir selam dua kali dalam tiga tahun belakangan ini.
Hal ini membuat usaha nasi goreng miliknya, cukup berdampak saat banjir. Ia pun meminta agar pemerintah melakukan tindak lanjut, agar banjir serupa tak lagi terulang.
"Segera ditindaklanjuti lah, biar gak begini terus kalau hujan," ucap Suparti.
Penulis: Romi Ali Darmawan
Editor: Supiansyah