H Saili, warga setempat menuturkan, banjir mulai menggenangi badan jalan pada sore hari hingga titik tertingginya Kamis (22/7/2021) dini hari tadi.
"Saat petang itu sudah naik, puncaknya sekitar pukul 03.00 WITA, tingginya kurang lebih 25-30 sentimeter," papar Saili kepada Korankaltim.com pagi tadi.
Menurut Saili rumah tempatnya tinggalnya memang langganan banjir, tidak pernah lepas sejak 2004. "Ini sudah yang kedua kalinya dalam setahun, coba bayangkan bagaimana repotnya. Setiap hujan entah disini atau di kilo, kami disini pasti was-was," ungkapnya.
Helmi, tetangga Saili juga mengutarakan rasa kesalnya. Ia menganggap pemerintah tak pernah serius dalam menentaskan permasalahan banjir di Bontang. "Ini bukan Kota Taman, tapi kota banjir," sindir Helmi
“Upaya apa yang dilakukan, normalisasi sungai?, nyatanya itu hanya berjalan sebentar dan tidak optimal, buktinya tumpukan tanah bercampur kayu masih terlihat jelas di area sungai,” papar Helmi.
Helmi meminta pemerintah jangan hanya mengumbar janji-janji penanganan banjir tetapi tidak kunjung direalisasi. "Paling nanti ada orang pemerintah datang meninjau, bagi nasi lalu pulang, setiap tahun kan begitu," ucap Helmi dengan nada kesal.
Penulis : Muhammad Ridwan
Editor: Aspian Nur