Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Bahauddin, meningkatnya tren positif virus Covid-19 di kota Bontang disebabkan kurang disiplinnya masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes). Di samping itu tren ini juga terjadi di beberapa daerah yang lain.
"Analisis dari pusat, jika dampak persebaran virus juga bisa terlihat hingga enam minggu setelah lebaran dan libur panjang," kata Bahauddin saat ditemui Korankaltim.com, Senin (21/6/2021).
Selanjutnya pihaknya juga mengatakan jika mobilitas orang keluar dan masuk Bontang juga terlihat banyak. Selain itu masih ada juga persebaran virus secara lokal, makanya terjadilah peningkatan kasus Covid-19.
"Dinamikanya yang terjadi seperti itu, karena banyak yang memang orang masuk ke Bontang," sambungnya.
Saat ini upaya yang telah dilakukan adalah tracing untuk mengetahui lumbung persebaran.
"Contohnya saja beberapa hari yang lalu ada laporan soal peningkatan kasus Covid-19 di pekerja TA di PKT, kami juga menyarankan untuk setiap pekerja yang kontak langsung diminta untuk isolasi mandiri dan cek kesehatan secara berkala," ungkapnya.
Disinggung apakah ada ada muncul varian delta (B.1.617.2) virus Covid-19 di Bontang, ia enjawab belum mengetahui namun, telah mengirimkan 23 sampling untuk mengetahui apakah ada jenis virus yang baru.
"Dari tanggal 17 Mei 2021 lalu sudah mengirimkan sampling ke pemerintah pusat, untuk di test dan mengetahui varian virus apa yang tersebar di Bontang, namun belum menerima hasilnya," ujar Bahauddin.
Untuk itu pemerintah Kota Bontang terus menggencarkan program vaksinasi agar bisa mencegah ruang gerak virus Covid-19.
"Saat ini baru mencapai 40 persen jadi perlu adanya partisipasi aktif masyarakat untuk mendapatkan vaksin," lanjutnya.
Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Bambang Irawan