Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kota Bontang, Adi Permana mengatakan untuk kasus flu burung ada masa inkubasi. Kalau setelah batas waktu tersebut sudah tak ada laporan, maka kasus bisa disebut selesai.
"Karena laporan sudah lama dan kasus seperti flu ini ada batas waktunya, ada masa inkubasi. Kalau tidak ada laporan lagi, maka sudah selesai. Ini sudah melebihi hampir satu bulan sekarang," ucap Adi ditemui di kawasan Kantor DPRD Bontang, Senin (7/12/2020) hari ini.
Dinkes Bontang juga sudah melakukan komunikasi dengan pemilik unggas yang mati mendadak untuk dilakukan tracking. "Sudah kami cek ke pemilik unggas dan tidak ada masalah," jelasnya.
Namun Adi berharap masyarakat tetap berhati-hati karena angka kematian akibat flu burung cukup tinggi. "Kalau dari gambaran kasus sebelumnya, angkanya hampir 90 persen," ungkap Adi.
Selain itu, Kasi Pelayanan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Peternakan Riyono menjelaskan saat ini tak ada kenaikan angka kematian unggas karena flu burung. "Sudah terkendali, tak ada laporan lagi," kata Riyono secara terpisah. (*)
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur