Saat di temui di kantor unit, Rudy Gusnadi menjelaskan semenjak mendapat supplay dari sumber utama air baku IPA kudungga jumlah pelanggan terus bertambah. Dikatakan, Dulunya hanya mengandalkan air dari sumur bor namun kualitas airnya masih tinggi kandungan zat besinya.
"Sekarang jarang sudah memakai air sumur. Kalo air sumur bor kami gunakan sebagai cadangan saja ketika di pusat IPA ada perbaikan. Memang kualitas airnya kurang menarik pelanggan," beber Rudy selaku kepala unit pada korankaltim.com, Kamis (25/04/2019)
Ia melanjutkan, untuk pendaftaran pelanggan baru, dipersilahkan calon pelanggan untuk datang ke kantor pusat, cabang maupun unit dengan pelayanan one day service.
"Ketika hari itu mendaftar maka kami akan langsung survey dan bisa langsung pemasangan langganan. Kami juga melakukan pelayanan yang ramah kepada pelanggan," Bebernya
Saat ini untuk kapasitas IPA setiap harinya mencapai 100 L/detik yang dihasilkan oleh IPA Kudungga, hal itu cukup memenuhi kebutuhan pelanggan jika nantinya sampai ribuan pelanggan.
"Sekarang untuk kapasitas persediaan air tidak ada kendala. Kita terus tingkatkan pelayanan misanya adanya permintaan sambungan langganan. Kami langsung layani ," Imbuhnya.
Dalam cakupan pelayanan pihaknya cepat tanggap ketika ada kebocoran, dan tanggap ketika ada keluhan dari pelanggan.
"Kita harus ramah terhadap pelanggan. Kita terapkan kepada karyawan untuk sabar ketika ada komplain. Intinya tetap melayani tanpa membedakan pelanggan satu dengan yang lainnya," tandasnya.
Penulis : Zulhamri
Editor: Desman Minang