Hasil rontgen oleh tim medis gabungan dari Centre of
Orangutan Protection, dokter hewan puskeswan, Inafis Polres Bontang dan Balai
TNK Bontang, diketahui orangutan itu mati dengan cara tragis. Setidaknya,
ditemukan sebanyak 130 peluru senapang angin, puluhan luka bacok, dan kaki kiri
terpotong. Primata endemik nusantara itu tewas dengan kondisi sangat
mengenaskan.
Direktur Centre of Orangutan Protection, Hardi Baktiantoro menyebut
kasus kematian orangutan ini harus diungkap dan pelaku penembakan harus
ditemukan.
"Ini seperti kasus kematian orangutan Kaluhara pertama
yang ditemukan pada 1 Mei 2016 lalu. Kami harap Kaluhara kedua ini bisa
diungkap," ujar Hardi.
Guna mengetahui pasti penyebab tewasnya orangutan itu, tim
medis gabungan melakukan outopsi. Proses autopsi saat ini masih berlangsung Rumah Sakit Pupuk Kaltim Bontang.
Penulis : Olis
Editor : Supiansyah