Sebanyak 215 jemaah calon haji asal Berau akan diberangkatkan dalam tiga kelompok terbang (kloter). Rinciannya, sebanyak 211 jemaah dijadwalkan berangkat pada 14 Mei 2026, dua jemaah telah lebih dahulu diberangkatkan pada 29 April 2026, dan dua jemaah lainnya tergabung dalam Kloter 17 dan 18 yang dijadwalkan berangkat pada 18 Mei 2026. Seluruh jemaah turut didampingi tiga petugas haji.
Jemaah calon haji tertua tercatat atas nama Masriah Binti Umar yang berusia 81 tahun, sedangkan jemaah termuda adalah Fahrureza Bin Yuliansah yang berusia 24 tahun.
Pelepasan jemaah dilakukan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, didampingi Wakil Bupati Berau, Gamalis. Dalam sambutannya, Sri Juniarsih mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah besar yang tidak dapat diperoleh semua orang dengan mudah.
“Banyak yang menunggu sampai 14 hingga 15 tahun untuk bisa berangkat haji. Karena itu, luruskan niat dan manfaatkan kesempatan ini untuk beribadah sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia menuturkan, para jemaah akan bertemu umat Muslim dari berbagai negara sehingga diperlukan kesabaran, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan rombongan selama berada di Arab Saudi.
Menurutnya, kekompakan menjadi hal penting agar jemaah tidak terpisah dari rombongan. Ia meminta seluruh jemaah mematuhi arahan ketua regu dan petugas haji demi keamanan dan kelancaran ibadah.
Sri Juniarsih juga berbagi pengalaman pribadinya saat menunaikan ibadah haji pada 2006. Ia mengaku pernah tersesat karena ada anggota rombongan yang memisahkan diri lantaran merasa lebih mengetahui arah perjalanan.
“Jangan pernah merasa ujub atau lebih tahu. Kalau muncul rasa sombong, segera perbanyak istigfar,” katanya.
Selain menjaga kekompakan, jemaah juga diminta menjaga kesehatan mengingat suhu di Arab Saudi dapat mencapai 47 derajat celsius. Ia mengimbau jemaah selalu membawa air minum, tidak membawa barang berlebihan, serta memperbanyak zikir dan tilawah selama menjalankan ibadah.
Ia mengingatkan agar jemaah tidak terlalu fokus memikirkan oleh-oleh dan lebih mengutamakan kekhusyukan ibadah. “Yang paling penting itu ibadahnya, bukan oleh-olehnya. Fokus memenuhi syarat dan rukun haji,” tegasnya.
Tak hanya, ia meminta seluruh jemaah menjaga sikap dan perilaku karena membawa nama baik Indonesia, Kalimantan Timur, dan Kabupaten Berau di Tanah Suci.
“Hindari perdebatan, saling tolong-menolong, dan jaga tutur kata. Itu juga bagian dari ibadah,” ucapnya.
Perempuan nomor satu di Bumi Batiwakkal menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Ia juga menyerahkan cendera mata berupa produk khas Berau kepada para jemaah sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah.
“Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan, dan kembali ke Berau menjadi haji dan hajah yang mabrur,” tutupnya.
Editor: Erwin