H mengalami luka serius di bagian pipi kiri, kedua telapak tangan, serta sejumlah bagian tubuh lainnya. Kapolsek Segah AKP Lisinius Pinem menjelaskan peristiwa bermula saat H melintas menggunakan sepeda motor di area Blok 07 perkebunan perusahaan tersebut. “Dia diduga ditabrak dari belakang oleh suaminya sendiri hingga terjatuh lalu dianiaya menggunakan senjata tajam,” kata Lisinius.
Meski mengalami luka cukup parah, H masih sempat menyelamatkan diri dengan berjalan menuju area lain untuk meminta pertolongan. Warga yang menemukannya kemudian membawa H ke klinik perusahaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap H dan pelaku masih berstatus pasangan suami istri sah namun rumah tangga keduanya dikabarkan retak meski usia pernikahan baru berjalan sekitar satu bulan. “Keduanya memang sudah tidak tinggal bersama dan kembali ke rumah orangtua masing-masing di lingkungan perusahaan,” kata Lisinius lagi.
Persoalan rumah tangga menjadi pemicu aksi kekerasan tersebut. Si suami masih ingin mempertahankan hubungan rumah tangganya, sementara sang istri memilih mengakhiri rumah tangga dan meminta untuk bercerai.
Usai menerima laporan kejadian itu aparat Polsek Segah bersama Satreskrim Polres Berau langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sekitar empat jam setelah kejadian, pelaku berhasil diamankan di pos keamanan perusahaan saat diduga hendak melarikan diri keluar areal perkebunan.
Kasubsipenmas Sihumas Polres Berau Iptu Muhammad Kasim Kahar mengatakan suami H sempat menyembunyikan parang yang hendak digunakan untuk menganiaya di sebuah pondok sebelum kabur. “Pelaku diamankan saat hendak melewati pos sekuriti. Diduga ingin melarikan diri keluar areal perusahaan,” jelasnya.
Saat ini polisi masih mengumpulkan alat bukti dan mendalami motif penganiayaan tersebut. “Saat ini anggota masih mengambil barang bukti, termasuk parang yang digunakan pelaku,” katanya.
Sementara Kepala Kampung Gunung Sari Jabir mengakui adanya kejadian tersebut namun dirinya belum mengetahui secara rinci penyebab peristiwa berdarah itu. “Saya juga belum tahu pasti penyebabnya,” singkatnya.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebut pelaku diduga terbakar cemburu sebelum akhirnya nekat menyerang istrinya sendiri menggunakan senjata tajam. “Yang jelas pelaku pakai sajam. Warga juga panik waktu wanita itu ditemukan terkapar di pinggir jalan,” tuturnya.
Editor: Aspian Nur