Berdasarkan laporan BMKG Berau, tinggi muka air Sungai Kelay pada alat Automatic Water Level Recorder (AWLR) di Kampung Merasa tercatat mencapai 22,74 mdpl pada pukul 12.10 WITA, atau berada sedikit di atas batas normal 20 mdpl.
Kondisi ini memicu kekhawatiran banjir kiriman ke wilayah hilir. Salah satu kampung yang terdampak paling awal adalah Kampung Long Ayan, yang sejak Minggu (7/12/2025) malam telah mengalami genangan cukup tinggi.
Kepala BPBD Berau, Masyhadi, menyampaikan debit air saat ini masih bersifat fluktuatif dan berpotensi mengalir ke kampung-kampung di jalur alir Sungai Kelay.
“Saat ini posisinya ada di 22,74 mdpl, nanti air itu akan terus ke bawah,” ujarnya.
Meski air di Long Ayan kini mulai menurun, dampak banjir belum sepenuhnya pulih. Air kini tertahan di wilayah Tepian Buah dan Gunung Sari, sehingga ancaman genangan masih berlanjut.
Beberapa fasilitas umum ikut terdampak, termasuk satu Sekolah Dasar (SD) di Long Ayan yang terendam hingga setengah bangunan gedung.
“Posisi gedung SD memang ada di dataran rendah. Tapi sudah dibangunkan gedung SD baru,” jelas Masyhadi.
BPBD menilai peningkatan debit air bukan semata akibat hujan lokal, melainkan curah hujan di hulu Sungai Kelay yang kini bergeser ke Kampung Merasa.
Dalam 4–5 jam ke depan, Kampung Tumbit Dayak dan Melayu diprediksi berpotensi mengalami kenaikan air. Kampung lain seperti Long Lanuk, Pegat Bukur, Bena Baru, dan Inaran juga masuk daftar pemantauan.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menurunkan tiga tim ke lapangan di wilayah rawan, yakni Tepian Segah, Gunung Sari, Tumbit, Bena Baru, dan Merasa.
Masyhadi menegaskan mitigasi non-struktural terus digencarkan, termasuk edukasi masyarakat melalui Tujuh Tim Reaksi Cepat (TRC).
Di sisi lain, Wakil Bupati Berau, Gamalis, memastikan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi lintas dinas.
“Tim mitigasi sudah turun ke daerah yang terdampak banjir. BPBD juga sudah bergerak. Besok kemungkinan kita lihat lagi perkembangan lapangannya,” ucapnya.
Gamalis berharap debit air dapat segera menurun agar dampaknya tidak meluas. Ia mengimbau masyarakat, terutama di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami tetap koordinasi dengan pihak terkait. Termasuk mengimbau masyarakat agar tetap waspada,” tegasnya.
Saat ini arus sungai masih terpantau stabil, namun BPBD dan pemerintah daerah memastikan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi benar-benar aman.
Editor: Erwin