Kapal yang mengangkut 14 anak buah kapal (ABK) itu karam setelah dihantam badai hebat saat cuaca laut memburuk.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, saat kejadian terdapat empat kapal bagan yang beroperasi di sekitar lokasi.
Namun, satu kapal tak mampu melawan derasnya ombak dan angin kencang hingga akhirnya tenggelam.
“Benar, satu kapal karam. Kapal itu sudah berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 46 meter,” ujarnya.
Menurut Nofian, posisi kapal telah terdeteksi dan dipastikan tidak berpindah dari titik koordinat awal karena masih berjangkar.
Tim gabungan kini tengah menyiapkan penyelam untuk membantu proses evakuasi.
“Kami butuh penyelam untuk memutus tali pukat yang masih mengikat kapal. Jika berhasil, kapal akan ditarik ke permukaan dengan bantuan kapal nelayan di sekitar lokasi,” tuturnya.
Dari total 14 ABK, delapan orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara enam lainnya masih dalam pencarian.
“Belum dapat dipastikan apakah keenam korban hilang tersebut berada di dalam kapal atau terpencar akibat arus laut,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Polair Polres Berau AKP Faisal Hamid mengatakan pihaknya masih menuju lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban dan posisi kapal.
“Informasinya kapal dihantam badai hingga tenggelam. Kami berharap seluruh ABK dapat segera ditemukan,” ungkapnya.
Cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi diduga menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal tersebut. Hingga Minggu malam, operasi pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan sejumlah kapal nelayan.
Cuaca yang tidak menentu membuat proses penyelamatan berjalan lambat, namun tim gabungan memastikan pencarian akan dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan.
Editor: Erwin