Gegara One Piece, Pria di Berau Bunuh Istri yang Tengah Hamil dan Dua Anaknya
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Suasana duka menyelimuti Kampung Punan Mahakam, Kabupaten Berau setelah tragedi mengenaskan yang terjadi, Senin (11/8/2025).
Seorang pria berinisial J (34) tega menghabisi nyawa istri dan dua anak kandungnya yang masih kecil. Ironisnya, sang istri, N (33) diketahui sedang mengandung enam bulan.
Anak pelaku, NJ (6) dan NS (5) juga ditemukan tak bernyawa bersama sang ibu di dalam rumah mereka. Yang lebih menggegerkan, pengakuan J saat diamankan polisi justru membuat publik semakin kebingungan.
Dalam sebuah video pendek yang beredar, J mengaku melakukan aksi keji itu karena merasa dibisiki oleh karakter dari anime One Piece.
Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, mengatakan saat ini pelaku telah diamankan oleh petugas tanpa adanya bentuk pemberontakan.
Sejauh ini modif pembunuhan pun belum diketahui meski di sebuah video pendek yang beredar, pelaku mengaku dibisiki One Piece.
Pelaku juga terlihat linglung saat diajak bicara. Bahkan, menyebutkan tidak memenuhi syarat kehidupan One Piece jika tak menghabisi nyawa mereka.
“Kami belum tau motif sebenarnya. Karena pelaku masih menjalani proses pemeriksaan kejiwaan,” ujarnya.
Lanjutnya, dari keterangan saksi mata yang juga ayah korban, Pilipus, dijelaskan kejadian tersebut bermula saat ia sedang tidur di rumahnya yang berada di sebelah rumah anaknya. Namun, ia mendengar suara benturan keras dari rumah korban.
Karena penasaran, Pilipus segera memeriksa dan mendapati putrinya, N yang juga istri pelaku telah terkapar di depan kamar mandi dengan luka di bagian perut dan kepala.
“Karna kaget melihat anaknya sudah bersimbah darah. Ayah korban langsung berteriak meminta pertolongan,” jelasnya.
Teriakan tersebut mengundang perhatian warga, termasuk Tri Bowo yang kemudian mengamankan pelaku dan membawanya ke rumahnya.
Melihat situasi itu, warga sekitar langsung menolong korban dan membawa mereka ke Puskesmas Tepian Buah, Kecamatan Segah dan dirujuk ke RSUD dr. Abdul Rivai Tanjung Redeb.
Namun, nyawa para istri dan kedua anaknya tidak terselamatkan. Korban meninggal dalam perjalanan menuju RSUD dr. Abdul Rivai akibat luka tusukan di perut dan kepala.
Kemudian, anak pertama, NJ, meninggal di tempat kejadian. Sementara NS, meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Tepian Buah. Keduanya mengalami sejumlah luka dibagian tubuh mereka.
Ngatijan menjelaskan, dari hasil olah TKP, pembunuhan diduga terjadi pada pagi hari. Sang istri ditemukan tergeletak di depan kamar mandi, sementara kedua anak korban berada di dalam kamar, diduga masih dalam kondisi tidur saat dieksekusi.
Tak hanya itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau badik yang digunakan pelaku.
Sementara itu, Camat Segah, Noor Alam mengungkapkan, terkejut begitu mendengar kabar tersebut. Dirinya akui pelaku dan korban merupakan warga Segah.
“Mereka semua warga saya. Harapan masyarakat jelas, pelaku dihukum seumur hidup bahkan hukuman mati. Perbuatannya sangat biadab. Hewan saja tidak sekejam itu,” pungkasnya.
Editor: Erwin










