Banjir di Berau Capai Lima Meter, Ratusan Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: */Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Kabupaten Berau diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa (27/5/2025) dini hari.
Kondisi ini menyebabkan beberapa wilayah mengalami banjir besar, salah satunya Kampung Long Laai dan Long Ayap di Kecamatan Segah, dengan ketinggian air yang mencapai lima meter.
Berdasarkan laporan masyarakat setempat, beberapa rumah warga dilaporkan hanyut terbawa arus deras banjir.
Camat Segah, Nur Alam, mengatakan bahwa saat ini ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Selain Kampung Long Laai dan Long Ayap, beberapa kampung lain yang turut terdampak antara lain Punan Mahakam, Punan Segah, Long Ayan, dan Punan Malinau.
Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Berau agar masyarakat dapat segera memperoleh bantuan.
"Sementara, masyarakat mengungsi pada dataran yang lebih tinggi seperti ke sekolah, puskesmas dan rumah yang tidak terendam. Kami memerlukan bantuan sembako juga,” tegasnya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Berau, Nofian Hidayat mengaku pihaknya telah menurunkan tiga tim untuk melakukan kaji cepat, evakuasi serta pendistribusian logistik ke lokasi.
Dua tim pertama bertugas melakukan asesmen serta mengevakuasi warga dengan armada roda empat, perahu ketinting dan riverboat.
Kemudian, tim ketiga akan di kirim besok untuk membawa bantuan logistik pangan yang tersisa sebanyak 30 paket.
"Kami turunkan tiga tim," ungkapnya.
Menurut data sementara BPBD, Kampung Long Laai dihuni 212 kepala keluarga dengan 640 jiwa. Fasilitas umum yang rusak atau hanyut meliputi satu masjid, dua gereja, satu puskesmas, satu SD, kantor kampung, posyandu, PAUD, balai pertemuan serta dermaga.
Nofian membenarkan, bahwa banjir yang terjadi kali ini sangat luar biasa. Hampir semua infrastruktur rusak parah atau hanyut terbawa arus. Ketinggian air mencapai lima meter dan akses darat sama sekali tidak bisa ditembus. Arus sungai juga deras dan dipenuhi batang kayu.
Sementara itu, Kampung Long Ayap yang dihuni 76 kepala keluarga dengan 237 jiwa juga mengalami kerusakan serupa. Rumah ibadah, kantor kampung lama, dan Pondok Bersalin Desa (Polindes) dilaporkan rusak berat. Warga terpaksa mengungsi ke dataran tinggi.
Pihaknya pun telah mengirimkan surat permohonan bantuan ke Bupati Berau. Permintaan mencakup perahu karet, logistik pangan dan sandang, susu bayi, obat-obatan, serta pakaian.
“Kami mohon dukungan penuh dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar bantuan segera dikirimkan. Warga sangat membutuhkan, terutama logistik dasar dan alat transportasi air,” jelas Nofian.
Selain di dua kampung, banjir juga menghantui sejumlah kampung lain yang berada di sekitar Kecamatan Segah.
Editor: Erwin










