Atas kejadian tersebut, satu korban inisial H (65) berjenis kelamin perempuan meninggal dunia akibat terjebak didalam rumah.
Kepala Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat menjelaskan, sebelum kejadian, korban bersama anak dan menantu serta kedua cucunya berkumpul untuk sarapan bersama.
Usai sarapan, anak dan menantunya bergegas berangkat bekerja. Ditengah kondisi hujan cukup deras, korban dan kedua cucunya bersantai di kamar masing-masing.
Derasnya hujan menyamarkam suara bisingan api yang melahap rumah korban. Mencium aroma tidak sedap, kedua cucunya sadar bahwa sebagian rumanya telah terbakar.
Mengetahui hal itu, menantu dan anak korban segera menolong kedua anaknya yang juga cucu korban. “Saat korban mau diselamatkan, api sudah membesar dan tidak ada jalan masuk,” jelas Nofian kepada Korankaltim.com.
Diketahui, korban yang lanjut usia (Lansia) merupakan perokok aktif. Kondisi korban yang sudah tidak bisa berjalan menjadi penyebab korban terjebak dikobaran api. “Saat dievakuasi, kami mendapati puntung rokok dikamar korban dan sumber api berasal dari kamar korban,” ujarnya.
Nofian menceritakan, kejadian seperti ini pernah dialami oleh korban sebelumnya. Saat itu, korban yang diketahui perokok aktif saat kondisinya masih sehat, pernah membakar kasurnya sendiri akibat puntung rokoknya. “Tapi, saat itu masih bisa diredam,” tuturnya.
Penyebab kebakaran bisa terjadi dari mana saja, termasuk puntung rokok. Nofian berpesan pentingnya pengawasan terutama bagi orang tua lansia yang tinggal dirumah dengan kebiasaan merokok.
Termasuk memberikan edukasikan kepada orang-orang di sekitar tentang bahaya puntung rokok terhadap kebakaran. Pastikan peralatan listrik dan kompor gas dalam kondisi baik dan terawat.
“Jangan tinggalkan lilin, kompor, atau alat elektronik yang dapat memproduksi panas tanpa pengawasan,” pesannya.
Sementara itu, Kapolsek Bidukbiduk, Iptu Suradi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan di lapangan. “Sementara ini kami masih olah kejadian perkara (TKP),” pungkasnya.
Pemadaman dibantu oleh petugas BPBD, TNI, Polri, Puskesmas Batu Putih, Aparatur Kampung dan kecamatan serta warga sekitar.
Editor: Erwin