Imbas listrik yang padam sekitar tujuh jam sejak sore hingga tengah malam di Berau pada Rabu (18/9/2024) kemarin, pukul 01.00 WITA atau satu jam setelah lewat pergantian hari ke Kamis (19/9/2024), warga yang hilang kesabaran mendatangi Kantor Perusahaan Listrik Negeri (PLN) Tanjung Redeb untuk menggelar aksi unjuk rasa atau demonstrasi.
Bukan unjuk rasa biasa, karena mereka yang datang melakukan tindakan anarkis. Sebelumnya mereka datang mempertanyakan penyebab pemadaman listrik yang terjadi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Berau.
Namun lama kelamaan aksi demo menjadi panas, bahkan terjadi aksi dorong antara petugas keamanan dan para pendemo. Mereka terlibat adu mulut dengan petugas kepolisian yang bertugas mengamankan Kantor PLN.
Properti atau barang-barang yang berada di depan Kantor PLN di Jalan SA Maulana No 16, Karang Ambun, menjadi pelampiasan amukan warga. Mereka meminta manajemen PLN untuk keluar dan memberikan klarifikasi terkait pemadaman listrik yang berlangsung sejak sore hari juga bertanggung jawab memberikan kompensasi.
Bahkan mereka yang menggelar aksi demo meminta manajer PLN untuk angkat kaki dari Berau kalau tidak bisa mengatasi permasalahan pemadaman listrik ini.
Informasi yang diperoleh Korankaltim.com, pemadaman listrik terjadi karena adanya gangguan sistem kelistrikan di sebagian Unit Layanan Pelanggang (ULP) Tanjung Redeb. Disebutkan, terjadi ledakan pada panel kubikel PLTD Sambaliung dan pihak PLN langsung melakukan perbaikan.
Editor: Aspian Nur