Berdasarkan informasi, pesawat yang hilang kontak ini berjenis pesawat perintis dengan baling-baling depan dengan maskapai Smart Cakrawala Aviation.
Pesawat tersebut dijadwalkan dari Bandara Tarakan sekitar pukul 08.29 Wita dan akan mendarat di Bandara Krayan, Kaltara sekitar pukil 09.29 WITA.
"Pesawat itu harus tiba di Binuang pukul 09.29 Wita. Dan infonya Tower Air Traffic Control (ACT) lost kontak," ucap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Berau, Nofian Hidayat saat dikonfirmasi Korankaltim.com sore tadi.
Untuk saat ini, tim gabungan Basarnas Tarakan Melakukan kordinasi dengan Airnav , UPBU, MAF, POLRI dan instansi Terkait lainnya Perihal Pesawat lost contact di Desa Binuang.
"Untuk saat ini Basarnas masih melakukan Plotting Area diduga terjatuhnya pesawat tersebut," tandasnya.
Bagian Humas Bandara Juwata Tarakan, Paris mengatakan pesawat jenis kode PC6T bermuatan sembako sebanyak 583 kg diawaki oleh Kapten M. Yusuf dan EOB atas nama Deni S.
Diakui, kondisi cuaca saat ini cukup buruk. Bahkan, berdasarkan keterangan BMKG Tarakan untuk kondisi wilayah Kecamatan Krayan dan sekitarnya berpotensi berkabut.
"Memang kondisi berkabut, tapi pagi hari tadi cukup cerah," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Nunukan, AKBP Taufik Nurmandia membenarkan informasi tersebut. Sebab, warga sekitar sempat mendengar suara dentuman di sekitar ladang yang diperkirakan lokasi jatuhnya pesawat.
Untuk saat ini, pihaknya sedang menurunkan personil untuk menuju titik lokasi tempat diduganya pesawat tersebut terjatuh.
"Tapi kami belum bisa pastikan titik pasti lokasi pesawat tersebut," tutupnya.
Editor Aspian Nur