Pemusnahan arsip dilakukan langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas dan disaksikan kepala instansi terkait. Kepala Dispusip Berau, Yudha Budi Santosa mengatakan, arsip yang dilakukan pemusnahan merupakan dokumen dari tahun 1976 hingga tahun 2013.
Berdasarkan data Dispusip, pemusnahan telah dilakukan sebanyak tiga kali. Pada tahun 2020 telah dilakukan penyusutan arsip sebanyak 2 ribu dokumen, tahun 2022 sebanyak 700 dokumen dan tahun 2023 ini sebanyak 632 dokumen.
“Jadi pemusnahan arsip untuk hari ini, masih pada lingkup Sekretariat Daerah khususnya di bagian keuangan. Artinya arsip kita itu masih banyak sekali yang bercampur antara arsip yang wajib kita amankan dengan arsip yang tdak memiliki nilai guna,” ujarnya, Rabu (1/11/2023).
Sehingga, dirinya berkeinginan untuk melakukan program percepatan dengan bekerja sama dengan pihak ketiga yang tujuan agar arsip yang sudah menumpuk di seluruh OPD lingkup Pemkab Berau dapat dilakukan nilai guna dokumen dan dokumen yang bisa dilakukan pemusnahan dapat diserahkan kepada kearsipan daera. “Jadi kalau hanya menggunakan tenaga kerja dari pihak kearsipan kita saja itu tidak akan selesai,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dan program untuk mengurangi jumlah volume arsip yang terus bertambah, seiring dengan berbagai kegiatan diseluruh OPD lingkup Pemkab Berau.
Sebab, arsip merupakan bahan evaluasi, rekam jejak, dan bukti peristiwa yang akan sangat berguna bagi pemangku kepentingan jika mampu mengelola dan memanfaatkannya secara optimal.
“Saya berharap, seluruh OPD dapat mengelola arsip masing-masing untuk dapat mengelola arsipnya dengan baik agar dapat dinyatakan permanen dan arsip yang diusulkan musnah,” tuturnya.
Kegiatan organisasi pada dasarnya membutuhkan informasi yang menjadi bagian penting untuk mendukung proses kerja adminitrasi dan fungsi manajemen birokrasi didalam menghadapi perubahan situasi dan kondisi yang terus berkembang.
“Perkembangan ini tentunya harus kita respon secara positif karena akan menguatkan eksistensi organisasi dengan terselenggaranya pengelolaan arsip dengan baik sekaligus juga pengelolaan informasinya,”
Selain itu, ia menghimbau kepada Dispusip untuk bisa melakukan program inovasi terkait dengan pengarsipan, penyimpanan, dan pemusnahan dokumen karena arsip bukan hanya sekedar selembar kertas tetapi terdapat nilai guna didalamnya.
“Apalagi banyak kasus yang diakibatkan karena dokumen hilang. Dan saya harap arsip-arsip yang penting harus dilakukan pengarsipan berdasarkan dokumen pendukung,” tandasnya.
Editor: Maruly Zainuddin