Kepala Kampung Payung-Payung, Riko yang dikonfirmasi terkait kejadian tersebut pun membenarkannya. Kemudian, oleh nelayan setempat mereka berusaha menarik tongkang tersebut menggunakan kapal nelayan untuk dibawa kembali ke tengah laut agar tidak merusak terumbu karang yang ada di sekitaran pantai. "Sampai sekarang, tongkang itu masing terombang-ambing di laut Payung-Payung," ujarnya.
Sementara itu, Camat Maratua, Ariyanto mengatakan, berdasarkan komunikasinya dengan TNI AL, Koramil, dan Polsek Maratua, kapal tongkang yang terdampar tersebut berasal dari Malaysia, karena dibagian sisi kapal tertulis Kinabalu.
Adapun penyebabnya, salah satu bagian tongkang mengalami kebocoran, dan akhirnya tenggelam dan hanyut ke Pulau Maratua. "Diduga tenggelam karena dibagian lambung kapal terdapat lubang yang bocor, serta tidak ada awaknya," ujarnya.
Dari informasi yang didapatnya juga, saat ini tongkang tersebut sudah bergeser ke perairan laut Sulawesi. Sebab, masyarakat Maratua tidak ingin mengambil risiko untuk mengamankan tongkang karena dikhawatirkan merusak terumbu karang dan spesies lainnya "Tongkangnya terlalu besar. Dan sekarang hanyut mengarah ke Laut Sulawesi," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin