Kondisi itu terjadi karena kosongnya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite sejak Minggu (27/8/2023) malam kemarin yang berdasarkan keterangan akibat adanya keterlambatan pengiriman ke Bumi Batiwakkal.
Hingga siang hari ini masih terlihat banyak kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang mengantri kehabisan bahan bahan bakar.
Kosongnya Pertalite menurut informasi yang diperoleh Korankaltim.com karena adanya kabar kenaikan harga BBM sehingga ada pengurangan jumlah pengiriman Pertalite.
"Beberap hari lalu pengantarannya berkurang, baru di Sambaliung yang ada karena pengiriman lewat LCT," ujar seorang sumber kepada media ini siang tadi.
Dikonfirmasi hal ini, Kepala Sub Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Berau Indah Ariani menyebut antrian terjadi karena terjadi keterlambatan pengiriman BBM ke SPBU.
Tongkang batu bara yang kandas disertai dengan kondisi air sungai yang surut jadi penyebab penyaluran atau penyuplaian BBM ke Berau terhambat. "Jadi harus menunggu tongkang bisa bergerak," kata Indah kepada Korankaltim.com
Kapal penyuplai BBM baru bisa lewat dan merapat untuk bongkar kemarin. "Siang tadi sudah tersalurkan semua untuk di Berau," jelasnya.
Saat dikonfirmasi, apakah ada hubungannya dengan adanya kenaikan harga BBM sehingga ada pengurangan penyuplaian ke Berau, Indah tidak membenarkan hal tersebut. "Tidak benar itu," tegasnya.
Editor: Aspian Nur